Google search

Monday, January 9, 2012

PEMILIHAN JENIS POHON DALAM PEMBANGUNAN HUTAN KOTA

Gagan Hangga Wijaya
            Pohon merupakan vegetasi utama penyusun hutan kota. Di dalam hutan kota terdapat unsur vegetasi rumput, tumbuhan bawah, semai, pancang, tiang, dan pohon. Unsur lain dapat berupa liana, epifit, parasit, dan lain-lain. Pohon mendominasi vegetasi di hutan kota karena fungsi utama hutan kota yaitu membentuk iklim mikro di perkotaan. Pohon merupakan tumbuhan utama sebagai penyerap polutan dan pembentuk iklim mikro tersebut. Tanpa adanya pohon, suatu kawasan hijau di perkotaan tidak dapat disebut hutan kota melainkan dapat berperan sebagai ruang terbuka hijau.

Sunday, January 8, 2012

PEMANFAATAN HUTAN KOTA

Gagan Hangga Wijaya
            Pemenuhan kebutuhan ekonomi merupakan topik penting dalam setiap pembangunan di kawasan perkotaan. Berbagai aspek seperti pembangunan jalan, jembatan, pasar, pendidikan, pusat pemerintahan dan lain-lain merupakan usaha untuk meningkatkan akses ekonomi dan perkembangannya. Kota yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat adalah kota yang memiliki infrastruktur lengkap dan kebijakan pemerintahan yang fleksibel. Wilayah perkotaan merupakan pusat-pusat permukiman yang berperan di dalam suatu wilayah pengembangan dan atau wilayah nasional sebagai simpul jasa atau suatu bentuk ciri kehidupan kota (PP No 63 2002). Kota menjadi pusat perekonomian bagi suatu Negara karena di dalamnya terdapat berbagai transaksi dan administrasinya.

HUTAN KOTA PADA TANAH HAK DAN PERMASALAHANNYA

Gagan H Wijaya 
            Secara alami Indonesia ditumbuhi berbagai jenis pepohonan sejak zaman dahulu. Namun, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin besar tidak dapat dipungkiri lahan yang subur untuk pepohonan pun semakin menyempit. Daerah yang dulunya dikenal dengan desa sekarang sudah berubah menjadi kota kecil dan kota kecil berubah menjadi kota besar. Kawasan yang dulu hijau kini berubah menjadi hunian dan perkantoran. Begitu banyak pepohonan yang hilang sehingga yang tampak hanya kegersangan. Paru-paru kota pun hilang (Kurnia 2011).

Thursday, December 15, 2011

PERENCANAAN DESAIN ARBORETUM FAHUTAN IPB

Oleh: Gagan Hangga Wijaya
Kawasan arboretum Fahutan memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan sebagai sarana hiburan dan pendidikan. Letak arboretum yang berada di depan Kantor Dekanat Fahutan dan di tepi jalan akan memberikan akses yang mudah bagi pengunjung. Mahasiswa Fahutan atau TPB yang melewati jalan di depan arboretum merupakan pengunjung potensial, sedangkan staf Dekanat juga dapat menjadi pengunjung yang potensial pula. Perbaikan sarana dan prasarana serta kondisi vegetasi arboretum fahutan harus segera dilakukan agar arboretum Fahutan bukan hanya koleksi pohon saja tetapi merupakan tempat bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi dan sebagai sarana melepas lelah serta menghilangkan stress. 

Wednesday, December 14, 2011

HUTAN KOTA SEBAGAI CADANGAN KARBON PERKOTAAN

Oleh Gagan Hangga Wijaya
            Di permukaan bumi ini, kurang lebih terdapat 90 % biomassa yang terdapat dalam hutan berbentuk pokok kayu, dahan, daun, akar dan sampah hutan (serasah), hewan, dan jasad renik (Arief 2005). Biomassa ini merupakan tempat penyimpanan karbon dan disebut rosot karbon (carbon sink). Namun, pencemaran lingkungan, pembakaran hutan dan penghancuran lahan-lahan hutan yang luas diberbagai benua di bumi, telah mengganggu proses tersebut. Akibat dari itu, karbon yang tersimpan dalam biomassa hutan terlepas ke dalam atmosfer dan kemampuan bumi untuk menyerap CO2 dari udara melalui fotosintesis hutan berkurang. Selain akibat tersebut, intensitas Efek Rumah Kaca (ERK) akan ikut naik dan meyebabkan naiknya suhu permukaan bumi. Hal inilah yang memicu tuduhan bahwa kerusakan hutan tropik telah menyebabkan pemanasan global (Soemarwoto 2001).

Wednesday, November 30, 2011

RUSA TOTOL ISTANA BOGOR

Gagan H Wijaya
Istana Bogor terletak di tengah Kota Bogor, pada posisi antara 160° 43′ BT, 106° 51′ LS sampai dengan 6° 40′ LS. Istana Bogor berada pada ketinggian 260 m dari permukaan laut, dengan luas areal 28 ha, sisanya berupa bangunan istana, jalan, dan taman berpagar. Curah hujan adalah 512,5 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 13 hari diperoleh dari hasil komunikasi Badan Meteorologi dan Geofisika. Di halaman Istana Bogor terdapat berbagai jenis pohon dan rumput yang ditanam sejak zaman Belanda dan berfungsi sebagai sarana keindahan. Pohon tersebut juga berfungsi sebagai naungan bagi rusa. Jenis pohon yang mendominasi Istana Bogor, adalah beringin (Ficus benjamina), mahagoni (Swietenia mahagoni), dan cengkeh (Syzygium aromaticum). Sebelumnya Istana Bogor dilengkapi dengan sebuah kebun besar, yang dikenal sebagai Kebun Raya Bogor namun sesuai dengan kebutuhan akan pusat pengembangan ilmu pengetahuan akan tanaman tropis, Kebun Raya Bogor dilepas dari naungan istana pada tahun 1817 (Sekretariat Presiden RI. 2004).

Wednesday, November 9, 2011

ETNOBOTANI

Gagan Wijaya
Besarnya peranan keanekaragaman hayati tumbuhan bagi kelangsungan hidup manusia dan kemanusiaan, serta bagi pembangunan memberikan alasan kuat mengapa penelitian etnobotani dan etnobiologi dilakukan dalam kaitannya dengan konservasi (Yulia 2009). Perubahan tata kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan yang semakin pesat dewasa ini tentu akan berdampak pada budaya, pola hidup, dan kelestarian sumberdaya alam hayati. (Rahayu et al. 2008). Adanya modernisasi budaya dapat menyebabkan hilangnya pengetahuan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat (Bodeker 2000).