Menurut
Hermawan dkk. (2008), penentuan tipe danbentuk hutan kota disusun dengan mempertimbangkan kondisi biofisik kawasan,
kondisi sosial ekonomi masyarakat, kondisi sarana dan prasarana, kepentingan
serta kebutuhan pengembangan wilayah secara umum pada masa yang akan datang. Tipe
hutan kota ditentukan berdasarkan pada obyek yang dilindungi, hasil yang ingin
dicapai dari obyek tersebut atau lokasi yang dibuat untuk tujuan tertentu
(Fakultas Kehutanan IPB, 1987).
Hutan merupakan sumber kehidupan manusia, ilmu pengetahuan dan kesadaran membimbing kita bagaimana memanfaatkannya
Google search
Tuesday, January 31, 2012
Friday, January 20, 2012
HIMAKOVA FAHUTAN IPB
Gagan Hangga Wijaya
Himakova merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa
Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut
Pertanian Bogor. Himakova merupakan organisasi yang berbentuk Himpunan Profesi
Mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, Himakova dinaungi oleh Departemen KSHE IPB dan
dibimbing langsung oleh Dosen/Staf Pengajar yang memiliki bidang berkaitan.
Friday, January 13, 2012
ASPEK PENGELOLAAN DI PUSAT PENYELAMATAN SATWA CIKANANGA
Gagan Hangga Wijaya
Pusat
Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) berdiri pada tanggal 27 Agustus 2001 dan mulai menerima satwa pada bulan September 2001. PPSC
bertujuan untuk membantu pemerintah dalam penanganan permasalahan satwa liar
dilindungi serta mendorong upaya terciptanya penegakkan hukum terhadap
penyelamatan satwa liar dan habitatnya melalui kegiatan-kegiatan yang meliputi
: penyediaan sarana dan fasilitas penampungan satwa liar, mendorong proses
penegakkan hukum, pengelolaan dan pemeliharaan satwa, peningkatan kapasitas
SDM, sosialisasi program, pendidikan & penyadartahuan dan pelibatan masyarakat
sekitar.
Monday, January 9, 2012
TAMAN ATAP (ROOF GARDEN) UNTUK MENGHIJAUKAN KOTA
Gagan Hangga Wijaya
Kawasan perkotaan
identik dengan bangunan dan lantai yang tertutup dari vegetasi. Kawasan
perkotaan biasanya memiliki permukaan tanah yang tertutup oleh bangunan, jalan,
trotoar, lantai beton dan lain-lain. Hal tersebut membuat kota menjadi terlihat
gersang dan suntuk, walaupun sebagian orang menyukai kondisi yang teratur dan
rapi yang terbentuk dari beton atau aspal. Namun vegetasi merupakan aspek yang sangat
penting bagi keberlangsungan bumi ini. Bumi akan terasa hidup jika terdapat
vegetasi yang tumbuh di dalamnya. Vegetasi berfungsi untuk menyegarkan udara,
menyuburkan tanah, mengatur system tata air dan banyak fungsi lainnya.
PRESERVASI GENETIK SUMBERDAYA ALAM HAYATI (DENGAN TEKNIK KRIOPRESERVASI) SEBAGAI SALAH SATU USAHA KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM HAYATI
Gagan H Wijaya
Ayu W Marharina
Pengertian Keanekaragaman Hayati
Definisi keanekaragaman
hayati adalah: keanekaragaman makhluk hidup dan hal-hal yang berhubungan dengan
ekologinya, dimana makhluk hidup tersebut terdapat. Keanekaragaman hayati
mencakup tiga tingkatan yaitu:
PERENCANAAN HUTAN KOTA
Gagan H Wijaya
Hutan
kota di satu daerah merupakan suatu hutan yang berada pada tanah hak atau tanah
Negara yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai hutan kota. Penetapan
hutan kota oleh pemerintah daerah dilakukan dengan perencanaan yang matang
dengan mengandalkan tenaga ahli yang professional di bidangnya. Perencanaan
hutan kota dilakukan berdasarakan survey kondisi eksisting tutupan lahan dalam
suatu wilayah kota.
PEMILIHAN JENIS POHON DALAM PEMBANGUNAN HUTAN KOTA
Gagan Hangga Wijaya
Pohon
merupakan vegetasi utama penyusun hutan kota. Di dalam hutan kota terdapat
unsur vegetasi rumput, tumbuhan bawah, semai, pancang, tiang, dan pohon. Unsur
lain dapat berupa liana, epifit, parasit, dan lain-lain. Pohon mendominasi
vegetasi di hutan kota karena fungsi utama hutan kota yaitu membentuk iklim
mikro di perkotaan. Pohon merupakan tumbuhan utama sebagai penyerap polutan dan
pembentuk iklim mikro tersebut. Tanpa adanya pohon, suatu kawasan hijau di
perkotaan tidak dapat disebut hutan kota melainkan dapat berperan sebagai ruang
terbuka hijau.
Subscribe to:
Posts (Atom)